Seorang wanita asal Mesir yang dihadiahkan oleh
Muqauqis, penguasa Mesir kepada Rasulullah tahun 7 H. Setelah
dimerdekakan lalu dinikahi oleh Rasulullah dan mendapat seorang putra
bernama Ibrahim. Sepeninggal Rasulullah dia dibiayai oleh Abu Bakar
kemudian Umar dan meninggal pada masa kekhalifahan Umar.
Seperti halnya Sayyidah Raihanah binti Zaid, Mariyah al-Qibtiyah adalah
budak Rasulullah yang kemudian beliau bebaskan dan beliau nikahi.
Rasulullah memperlakukan Mariyah sebagaimana beliau memperlakukan
istri-istri beliau yang lainnya. Abu Bakar dan Umar pun memperlakukan
Mariyah layaknya seorang Ummul-Mukminin. Dia adalah istri Rasulullah
satu-satunya yang melahirkan seorang putra, Ibrahirn, setelah Khadijah.
Pedoman sikap bermasyarakat yang dilandasi paham Ahlussunnah Wal Jama'ah, yakni Tawasuth (moderat), Tasamuh (toleran), Tawazun (serasi dan seimbang), I’tidal (adil dan tegas).
Rabu, 29 Februari 2012
Saudah binti Zam`ah (Wafat 54 H)
Walaupun Saudah binti Zum’ah tidak terlalu
populer dibandingkan dengan istri Rasulullah lainnya, dia tetap termasuk
wanita yang memiliki martabat yang mulia dan kedudukan yang tinggi di
sisi Allah dan Rasul-Nya. Dia telah ikut berjihad di jalan Allah dan
termasuk wanita yang pertama kali hijrah ke Madinah. Perjalanan hidupnya
penuh dengan teladan yang baik, terutama bagi wanita-wanita sesudahnya.
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wassalm menikahinya bukan semata-mata
karena harta dan kecantikannya, karena memang dia tidak tergolong wanita
cantik dan kaya. Yang dilihat Rasulullab adalah semangat jihadnya di
jalan Allah, kecerdasan otaknya, perjalanan hidupnya yang senantiasa
baik, keimanan, serta keikhlasannya kepada Allah dan Rasul-Nya.
Ummu Habibah binti Abu Sufyan (Wafat 44 H)
Dalam perjalanan hidupnya, Ummu Habibah banyak
mengalami penderitaan dan cobaan yang berat. Setelah memeluk Islam, dia
bersama suaminya hijrah ke Habasyah. Di sana, ternyata suaminya murtad
dari agama Islam dan beralih memeluk Nasrani. Suaminya kecanduan minuman
keras, dan meninggal tidak dalam agama Islam. Dalam kesunyian hidupnya,
Ummu Habibah selalu diliputi kesedihan dan kebimbangan karena dia tidak
dapat berkumpul dengan keluarganya sendiri di Mekah maupun keluarga
suaminya karena mereka sudah menjauhkannya. Apakah dia harus tinggal dan
hidup di negeri asing sampai wafat?
Ummu Salamah adalah seorang Ummul-Mukminin yang berkepribadian kuat, cantik, dan menawan, serta memiliki semangat jihad dan kesabaran dalam menghadapi cobaan, lebih-lebih setelah berpisah dengan suami dan anak-anaknya. Berkat kematangan berpikir dan ketepatan dalam mengambil keputusan, dia mendapatkan kedudukan mulia di sisi Rasulullah Shallallahu Alaihi Wassalam. Di dalam sirah Ummahatul Mukminin dijelaskan tentang banyaknya sikap mulia dan peristiwa penting darinya yang dapat diteladani kaum muslimin, baik sikapnya sebagai istri yang selalu menjaga kehormatan keluarga maupun sebagai pejuang di jalan Allah.
Selasa, 07 Februari 2012
Pelangi
Kombinasi proses pembiasan dan pemantulan cahaya matahari oleh
butir-butir air hujan menghasilkan pelangi yang indah melengkung di
langit. Merah, jingga, kuning, hijau, biru, nila, dan ungu adalah warna
lengkapnya yang mengungkapkan hakikat warna cahaya matahari. Keragaman
warnanya hanya ditampakkan untuk menunjukkan keindahan.
Sabtu, 04 Februari 2012
Kisah Baginda Nabi Muhammad Membelah Bulan
Mungkin bisa menjadi
pelajaran bagi kita semua...
Bismillahirrahmanirrahim
Dalam
Rangka Memperingati Maulid Nabi Yuuk Kita Menapak Tilas Sejarah Beliau
semoga saja bermanfaat Insya Allah Aamiin Wassalam.
Terlampir
adalah foto bulan dari koleksi NASA. Semoga hal itu akan semakin
menyempurnakan keyakinan kita terhadap kekuasan Allah (swt) dan
kerasulan nabi Muhammad (saw).
Jumat, 03 Februari 2012
Detik-Detik Rasulullah menjelang sakaratul Maut
Ada sebuah kisah
tentang totalitas cinta yang dicontohkan Allah lewat kehidupan Rasul-Nya.
Pagi itu, meski langit telah mulai menguning, burung-burung gurun enggan
mengepakkan sayap. Pagi itu, Rasulullah dengan suara terbata
memberikan petuah:
“Wahai umatku, kita semua ada dalam kekuasaan
Allah dan cinta kasih-Nya. Maka taati dan bertakwalahkepada-Nya.
Kuwariskan dua hal pada kalian, sunnah dan Al Qur’an. Barang siapa
mencintai sunnahku, berati mencintai aku dan kelak
orang-orang yang
mencintaiku, akan bersama-sama masuk surga bersama aku”.
Langganan:
Postingan (Atom)





